Cara menjadi perawat lansia.| Unsplash.com

Bagaimana Cara Menjadi Perawat Lansia?

Best College Rankings- Apakah kamu tertarik untuk menjadi perawat lansia? Jika iya, maka ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan mulai dari sekarang. Pasalnya, seseorang yang menjadi perawat yang menjaga lansia tidak bisa sembarangan orang karena memikul beberapa tanggung jawab yang berkaitan dengan medis.

Cara Menjadi Perawat Lansia

Ada beberapa cara untuk menjadi seorang perawat lansia yang profesional, sehingga nantinya kamu dapat bekerja di lembaga maupun mandiri dalam negeri maupun luar negeri. Namun, sebelum itu, perlu beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut ini!

1.      Lulus dari pendidikan formal yang berkaitan

Jika kamu ingin menekuni bidang ini, maka setidaknya kamu adalah lulusan D3 keperawatan atau S1 perawat. Pasalnya, hal-hal dasar mengenai medis yang nantinya dapat kamu terapkan saat merawat dan menjaga lansia dapat dipelajari disini.

Selain itu, pengetahuan maupun keterampilan mu akan terasah dengan baik. Tentu hal tersebut menjadi poin penting dalam pekerjaan ini. Ditambah lagi nantinya,  kamu akan mendapatkan praktek lapangan secara langsung.

2.      Memiliki sertifikasi atau lisensi

Selain memiliki ijazah dari pendidikan formal yang berkaitan mengenai medis, kamu pun perlu memiliki sertifikat maupun lisensi yang menunjukkan kemampuanmu memadai. Untuk mendapatkan hal tersebut, kamu akan melakukan ujian sertifikasi terlebih dahulu. Namun, untuk syarat dan ketentuan berbeda setiap negara berbeda.

Dengan begitu, kamu perlu mengeceknya secara detail. Nantinya setelah dinyatakan lulus, baru kamu akan mendapatkan lisensi dan terdaftar sebagai perawat legal. Sehingga kamu dapat memulai bekerja dengan nyaman dan aman.  Untuk lisensi ini sendiri, jika di dalam negeri dikenal dengan sebutan STR atau Surat Tanda Registrasi yang wajib dimiliki oleh tenaga medis.

3.      Pengalaman bekerja

Pengalam bekerja ini dapat kamu dapatkan ketika kamu magang atau kerja secara part time di lembaga atau penyedia jasa. Biasanya, nantinya kamu menjadi salah satu asisten perawat untuk membantu dalam menjaga lansia atau pasien dengan kebutuhan khusus. Sehingga manfaatkanlah waktu kuliah dengan baik, sehingga ketika keluar nanti tidak hanya ijah yang kamu miliki.

Namun, surat rekomendasi atau pengalaman kerja dalam bidang terkait. Tentu hal tersebut dapat menjadi keunggulan atau kelebihan saat nanti melamar pekerjaan. Pasalnya, mereka dapat secara langsung melihat kinerja di lapangan. Bukan hanya sebatas pengetahuan tentang teori saja yang kamu ketahui.

4.      Ikuti kursus

Apabila kamu merasa kemampuan yang kamu miliki belumlah cukup, tidak ada salahnya mengikuti pelatihan ataupun kurus mengenai tata cara merawat lansia. Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang wajib sehingga dapat dijadikan opsi pilihan saja.

Meskipun begitu, tentu hal tersebut menjadi point yang bagu karena dengan begitu client maupun pihak penyedia jasa dapat mengetahui kemampuanmu jauh lebih mumpuni. Kamu dapat mencari informasi terkait pelatihan melalui perawat lansia yang senior maupun dari internet.

5.      Bergabung dengan asosiasi maupun organisasi perawat

Untuk mendapatkan akses terhadap penyedia jasa atau orang yang membutuhkan layanan perawat untuk lansia, maka kamu perlu bergabung dengan organisasi maupun asosiasi perawat.  Hal ini karena pihak asosiasi biasanya memiliki informasi yang cukup banyak mengenai penyedia jasa yang berkaitan dengan medis, termasuk di dalamnya merawat lansia.

Hal ini pun dapat kamu langsung tanyakan, apakah ada informasi lowongan menangani hal tersebut kepada pihak asosiasi. Bahkan kamu pun dapat memperoleh informasi mengenai pelatihan SDM mengenai keperawatan lansia.

6.      Memiliki keterampilan komunikasi dan empati

Kemampuan secara hardskill saja tidak cukup karena kamu perlu memiliki kemampuan dalam komunikasi sehingga informasi dapat diterima dengan baik oleh pihak keluarga maupun pasien. Dengan begitu, tidak ada kesalahpahaman yang akan terjadi.

Selain itu, kamu perlu memiliki empati yang kuat karena tanpanya tentu akan sulit peka terhadap kebutuhan pasien atau lansia yang dirawat. Hal ini dapat kamu asah dengan beberapa hal seperti biasanya diri untuk mendengarkan, memposisikan diri di posisi pasien, dan lain sebagainya.

Menjadi seorang perawat lansia memang membutuhkan empati, komitmen, dan dedikasi yang kuat untuk dapat menjaga sekaligus merawatnya. Selain itu, ikutilah etika atau rules profesional yang berlaku dalam praktek kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *