perbedaan soft skill dan hard skill

Inilah Perbedaan Soft Skill Dan Hard Skill yang Perlu Anda Ketahui!

Permintaan dunia pekerjaan akan individu memiliki kompetensi tinggi adalah sesuatu yang pasti. Seseorang sulit untuk berkompetisi di lapangan pekerjaan jika tidak memenuhi ketentuan-ketentuan khusus dari suatu bidang spesifik. 

Contohnya, Anda tidak mempunyai latar belakang pendidikan guru. Namun, Anda positif bahwa Anda ingin melamar pekerjaan sebagai guru. 

Tentu Anda akan kalah saing saat melamar dengan kandidat yang telah mempelajari banyak teori tentang pendidikan guru di universitas. Mereka mempunyai bekal yang dapat dikembangkan lebih cepat dibandingkan Anda. Inilah yang dinamakan hard skill.

Namun, dewasa ini, banyak pihak yang menggaris bawahi skill yang tidak kalah penting dengan hard skill, yaitu soft skill. Apakah perbedaan dari hard skill dan soft skill?

Perbedaan Soft Skill Dan Hard Skill

Hard skill merupakan syarat seseorang untuk dapat menguasai bidang tertentu. Namun, produktivitas dalam melakukan pekerjaan sulit untuk meningkat tanpa keberadaan soft skill. 

Hard Skill

Dilansir dari Tempo.co, hard skill merupakan keterampilan secara teknis. Seseorang perlu menambah keterampilan-keterampilan tertentu jika ingin mengejar karir di bidang yang spesifik. Tanpa keterampilan yang sudah ditentukan, Anda mungkin akan sulit menggapai posisi pekerjaan yang Anda dambakan. 

Sebagai contoh, Anda ingin melakukan pekerjaan di bidang terjemahan. Salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah kemahiran dalam bahasa asing. Jika Anda tidak mampu dalam memahami bahasa inggris, Anda pun akan kesulitan dalam menghasilkan hasil terjemahan bahasa Indonesia ke bahasa inggris.

Bagaimana Anda bisa mendapatkan hard skill? Jika Anda belajar di sekolah kejuruan atau universitas, Anda akan mempelajari hard skill sesuai dengan jurusan yang Anda ambil. 

Bagaimana jika Anda tidak mengikuti sekolah kejuruan atau masuk universitas? Solusinya adalah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai bidang yang dituju. 

Contoh selanjutnya, Anda ingin menjadi video editor. Walaupun Anda bisa mempelajari teknik-teknik editing sendiri, memegang sertifikat pelatihan yang resmi akan lebih dipercaya oleh klien. Inilah yang menjadi perbedaan hard skill dan soft skill

Soft Skill

Selain hard skill, banyak pihak yang telah mendahulukan keberadaan soft skill. Soft skill sendiri adalah suatu keterampilan yang cukup sulit untuk diukur karena berhubungan karakter seseorang. Cara mereka berinteraksi dengan individu-individu di tempat kerja merupakan salah satu dari soft skill.

Sebagai contoh, Anda telah dibekali hard skills untuk menjadi tenaga pendidik. Namun, Anda kurang merasakan empati seorang anak yang sulit memahami mata pelajaran yang Anda presentasikan. 

Kendala ini seharusnya bisa Anda introspeksi jikalau cara penyampaian Anda kurang jelas bagi si anak. Kekurangan ini menunjukkan soft skill Anda dalam presentasi masih belum matang. 

Contoh lain adalah soft skill persuasif. Jika Anda ingin berkecimpung di bidang penjualan, Anda memang memerlukan pengetahuan luas tentang rugi dan untung. Namun, Anda mungkin akan sulit mengajak calon pelanggan untuk membeli barang dagangan Anda tanpa ada keterampilan persuasif. 

Sudah Tahu Perbedaaan Hard Skill dan Soft Skill

Kesimpulannya, bahwa hardskill bisa didapatkan melalui pendidikan/pelatihan tertentu. Sedangkan softskill adalah kemampuan murni dalam diri seseorang yang bisa didapatkan tanpa pendidikan.

Hard skill memang sangat dibutuhkan. Tanpa keterampilan teknis, Anda akan sulit mengerjakan segala sesuatu di posisi pekerjaan pada bidang tertentu. Namun, dewasa ini, soft skill merupakan keterampilan penting dalam diri seseorang. Orang yang kurang berkarakter akan sulit mencapai produktivitas yang diinginkan.

Jadi menurut Anda, yang manakah yang paling penting?

Leave a Reply

Your email address will not be published.