Menggunakan Sterilisasi Ruangan Untuk Hidup Lebih Sehat

Pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini, membuat kita harus selalu waspada untuk menjaga kesehatan dan kebersihan rumah, tempat ibadah, sekolah maupun kantor dari berbagai virus dan bakteri. Ada beberapa metode yang biasa digunakan untuk mensterilisasi virus dan bakteri.

Mungkin saat ini Anda merasa rumah, tempat ibadah, sekolah, maupun kantor Anda masih terlihat bersih dan baik-baik saja, tetapi faktanya, masih ada banyak kontaminan tak kasat mata yang tanpa kita sadari dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Adapun sumber datangnya kontaminan ini bisa berasal dari mana saja, seperti tangan, sepatu, pakaian, hingga benda-benda seperti handphone yang kotor. Untuk itu, Anda memerlukan sebuah upaya penanganan ekstra dalam menjaga kesehatan dan kebersihan dari properti Anda. Salah satunya adalah dengan melakukan sterilisasi ruangan. Adapun dalam mensterilisasi virus dan bakteri pada ruangan terdapat beberapa metode yang biasa digunakan. Salah satunya, yaitu menggunakan alat sterilisasi ruangan dengan ozon generator. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai metode sterilisasi ruangan ini, mari simak penjelasan di bawah ini.

1. Dengan temperatur yang tinggi.

Hal ini dikarenakan sebagian besar bakteri dan virus yang umumnya ditemui tidak dapat bertahan pada suhu tinggi. Oleh sebab itu, Anda pun dapat menyeka meja dapur, gagang pintu, sakelar lampu, dan permukaan dengan kain mikrofiber yang dibasahi dengan air panas dan pembersih serbaguna dua kali sehari. Namun, cara ini tidaklah efektif, karena hanya air mendidih 100oC lah yang dapat membunuh sebagian besar bakteri dan virus. Dengan kata lain, ini hanya dapat membunuh bakteri dan virus yang hidup di air.

2. Desinfeksi menggunakan desinfektan. Desinfektan adalah jenis bahan kimia yang khusus digunakan untuk membunuh virus dan bakteri. Kebanyakan desinfektan berbentuk cair dan memiliki bahan dasar alkohol. Kelemahannya adalah desinfektan berbentuk cair tidak dapat digunakan pada ruangan yang memiliki banyak peralatan listrik, karena dikhawatirkan dapat terjadi hubungan arus pendek.

Tidak hanya itu, untuk melakukan desinfeksi menggunakan desinfektan, Anda tidak bisa melakukannya secara sembarangan. Anda perlu melakukannya dengan benar. Hal ini dikarenakan desinfektan jika dilakukan dengan benar memang akan membunuh organisme mikroskopis sehingga tidak lagi membahayakan. Namun, desinfektan dapat memberikan rasa aman yang palsu jika tidak digunakan dengan benar. Adapun cara desinfeksi menggunakan desinfektan yang tepat adalah melakukannya hanya pada area utama atau permukaan yang digunakan bersama oleh orang lain dan yang bersentuhan dekat dengan cairan tubuh. Misalnya, gagang pintu.

3. Sterilisasi menggunakan sinar UV.

Saat ini banyak yang menggunakan sinar UV jenis C untuk mensterilisasi ruangan sebagai upaya pencegahan berkembangnya virus dan bakteri, namun kelemahannya adalah sinar UV-C tidak dapat menjangkau seluruh bagian pada ruangan karena hanya dapat mensterilisasi pada benda yang terkena sinar UV saja, sedangkan pada bagian yang tidak terkena sinar tetap menjadi rentan.

Sumber Artikel Lengkap : https://www.waterproindonesia.com/post/sterilisasi-ruangan-dengan-ozonisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.